Disruption, Perubahan yang Tak Terelakkan

Cybertechno.id – Perkembangan jaman tidak bisa kita bendung. Perubahan-perubahan pun tak bisa kita elakkan. Semua harus bisa kita terima, entah siap maupun tidak siap. Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri.

Seperti dikutip dari chanel SB30 dan buku “Disruption” karya bapak Rhenald Kasali, dimana kini kita hidup di tahun 2018 yang sudah banyak sekali mengalami era disruption. Era disruption selalu terjadi setiap tahunnya. Bahkan dengan adanya disruption ini banyak sekali mengganggu kehidupan umat manusia. Banyak yang belum siap terhadap perubahan, namun perkembangan zaman begitu sangat cepat dibandingkan dengan persiapan yang harus dilakukan oleh manusia.

Sebagai contoh, ketika mobil bertenaga bensin di awal abad ke-20, dunia melihat semakin pudarnya bengkel kayu dan peternakan kuda. Kereta kuda beralih menjadi kereta besi yang meminum bensin. Pada saat yang bersamaan, bengkel otomotif, pompa bensin hadir dalam kehidupan umat manusia. Demikian pula dengan sifat pekerjaan, yang dulunya dekat dengan alam, kini menjadi sangat mekanis dan penuh polusi. Dunia menyaksikan perubahan dari masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri dan jasa. Itulah awal terjadinya era industri.

Disaat perubahan tersebut terjadi, kita selalu melihat sekelompok orang yang tidak siap dan menolak perubahan tersebut. Bahkan pengangguran menjadi pemandangan yang tak bisa terelakkan lagi. Disisi lain, manusia juga mulai berfikir tentang pentingnya sekolah dan keterampilan.

Namun kini perubahan di bidang otomotif kembali mengalami disruption. Yang tadinya dari kereta kuda menjadi kereta besi. Kini dari mobil menjadi soft driver. Dengan bantuan smartphone dan perangkat lunak berbasis IT (Information technology), mobil bisa melaju sendiri tanpa dikendalikan oleh manusia.

Petugas bengkel kelak bukan lagi seorang montir yang kita kenal sekarang ini. Namun kelak petugas bengkel adalah seorang ahli IT yang bekerja menggunakan software. Suka maupun tidak suka, Internet of Thing (IoT) membentuk kita mulai saat ini.

Tak hanya di dunia otomotif, dunia kesehatan kelak juga terkena era disruption. Dengan hadirnya E-Medika, layanan kesehatan kan semakin murah dan mudah untuk dilakukan. Kelak jangan kaget jika pemilik layanan kesehatan bukan lagi seorang dokter, melainkan seorang ahli IT.

Pages: 1 2